Assalamuallaikum wr.wb
Selamat pagi anak-anakku ... tentu kalian semua sehat yaa...
Pagi ini Bu Indar mau ajak kalian membaca saja tentang materi yang sangat berguna untuk kita semua, terutama untuk menghadapi masa pandemi yang sebagian besar sudah tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan...
Baiklah.. mari kita simak dan baca materinya...
MENJALANKAN POLA HIDUP SEHAT
Hidup
sehat memiliki arti hidup dengan keadaan bebas dari penyakit cacat dan
kelemahan, yang meliputi badan, mental dan sosial. Pola memiliki makna
kerangka, urutan atau bentuk. Dari batasan tersebut orang dikatakan hidup sehat
bila seperti berikut :
1.
Terbebas dari penyakit badan, penyakit
mental dan penyakit sosial.
2.
Terbebas dari cacat fisik, cacat
mental dan cacat sosial
3.
Terbebas dari kelemahan badan, lemah
mental dan lemah sosial.
Penyakit
badan dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni penyakit menular dan penyakit
tidak menular. Penyakit menular yakni penyakit yang dapat berpindah dari
seseorang ke orang lain. Penularan penyakit jenis ini bisa melalui manusia,
hewan, tumbuhan, maupun benda mati. Penyebab penyakit menular adalah bibit
penyakit yang berupa basil, bakteri maupun virus. Masuknya bibit penyakit ke
dalam tubuh melalui seperti berikut ini :
1.
Jalan pernafasan (udara)
2.
Pencernaan makanan (makanan dan
minuman)
3.
Permukaan kulit (sentuhan)
Contoh
penyakit menular yang masuknya (ke dalam tubuh) melalui jalan pernafasan
1.
Influeansa
2.
Dyptheria
3.
Tuberculosa (TBC)
4.
Batuk
5.
Cacar
6.
Dan lain-lain
Contoh
penyakit menular yang masuknya ke dalam tubuh melalui alat pencernaan.
1.
Thypus
2.
Parathypus A, B dan C
3.
Cholera
4.
Desentry
5.
Cacing hati
6.
Cacing perut
Contoh
penyakit menular yang masuknya ke dalam tubuh melalui penularan kulit.
1.
Malaria
2.
Pes
3.
Tethanus
4.
Panu
5.
Framboesia
6.
Lepra
7.
Cacing tamang
8.
Dan lain-lain.
Penyakit
Tidak Menular
Penyakit
tidak menular adalah penyakit yang diderita seseorang, tetapi tidak menular.
Penyebabnya adalah sebagai berikut :
a.
Penyakit yang disebabkan karena
kekurangan gizi
1)
Rabun senja karena kekurangan vitamin
A
2)
Beri-beri karena kekuarangan Vitamin B
3)
Sariawan karena kekurangan vitamin C
b.
Penyakit karena alergi yang timbul
karena seseorang tidak tahan terhadap sesuatu
1)
Alergi karena makanan udang, telor,
ikan laut dan lain-lain
2)
Alergi terhadap udara dingin
3)
Alergi terhadap obat-obatan
c.
Penyakit yang disebabkan kelainan
kelenjar getah bening
1)
Gondok
2)
Kencing manis
d.
Penyakit keturunan
Contohnya
hemofil, epilepsy, leukemia
b.
Penyakit karena kecelakaan
c.
Penyakit karena keracunan
Seperti keracunan
makanan, minuman, obat-obatan dan lain-lain.
g. Penyakit tumor
Yaitu pertumbuhan jaringan yang di luar
kebiasaan, baik yang ganas maupun yang lunak.
Penyakit Mental
Untuk
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal, maka
seseorang harus terbebas dari penyakit fisik dan mental. Orang yang sehat
mentalnya memiliki tanda-tanda seperti berikut :
a.
Tingkah lakunya normal
b.
Dapat menyesuaikan diri
c.
Dapat berpikir sesuai dengan kenyataan
d.
Memiliki kepribadian utuh
Seseorang
yang sakit mentalnya, menunjukkan salah satu atau beberapa tanda yang
menyimpang dari perilaku normal.
Beberapa
penyakit mental yang perlu kita perhatikan antara lain seperti berikut :
1.
Kecemasan
2.
Phobia : ketakutan terhadap sesuatu
yang tidak rasional
Gangguan
kecemasan sangat umum terjadi tidak pandang usia. Kecemasan ada normal sebagai
pertahanan diri ada juga yang patalogis artinya sudah menjadi penyakit.
Tanda-tanda
gangguan kecemasan adalah seperti berikut :
a.
Kekhawatiran yang terus menerus dan
berlebihan
b.
Sulit mengendalikan ketakutan
c.
Terjadi ketegangan otot seperti gemetar,
gelisah, mudah lelah, pusing, tot leher sakit
d.
Saraf otonom hiper aktif
e.
Sulit konsentrasi, pikiran kosong,
mudah terkejut.
Phobia
merupakan gangguan mental yang berupa rasa takut yang tidak normal dan tidak
rasional. Contohnya phobia terhadap binatang, alam, daerah dan situasi
tertentu.
Penyakit
Sosial
Penyakit
sosial yang harus kita hindari adalah sebagai berikut :
a.
Reaksi yang berlebihan
Bersikap agresif,
aktif tidak dapat tenang, dan sulit memusatkan perhatian pada sesuatu hal dalam
waktu yang lama.
b.
Reaksi menarik diri yang berlebihan
Seperti sering
menyendiri, melamun, sangat pemalu, dan mudah tersinggung
c.
Reaksi anti sosial
Berperilaku yang
selalu bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, seperti suka mencuri,
melawan orang tua, dan lain-lain
Penyakit Fisik
Cacat fisik/badan
dapat disebabkan karena penyakit, kecelakaan, ataupun dibawa sejak lahir. Cacat
fisik dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.
Tuna netra, yakni gangguan pada indera
mata, sehingga mata tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
b.
Tuna wicara, yakni gangguan pada
alat-alat artikulasi sehingga perkembangan bahasa lisan tidak optimal.
c.
Tuna rungu, yakni gangguan pada indera
pendengar, sehingga telinga tidak berfungsi. Bila gangguan telinga ini diderita
sejak lahir, maka anak tersebut past tuna wicara atau bisu.
d.
Tuna daksa, yakni gangguan pada organ
kaki ataupun tangan, sehingga salah satu atau kedua organ tersebut tidak
berfungsi.
Cacat
Mental
Ketidaknormalan
mental, biasanya disebabkan oleh factor intelegensi. Ada juga penyebab lain
yakni kejadian yang mengguncangkan jiwanya atau traumatic. Cacat mental yang
disebabkan karena lemahnya intelegensi dan kejadian traumatic seperti berikut ;
a.
Amentia atau lemah pikiran
1)
Idiot, yaitu anak yang memiliki
intelegensi kurang dari 3 tahuan atau IQ kurang dari 20
2)
Imbisil, yaitu anak yang memiliki
intelegensi antara 3 – 7 tahun atau IQ antara 20 – 50
3)
Moron, yaitu anak yang memiliki
intelegensi antara 7 – 12 tahun atau IQ antara 50 – 70
b.
Dimentia atau hilang ingatan
Cacat mental ini
memiliki ciri-ciri suka bepergian. Perangainya sulit dikontrol, tidak mengenal
tempat dan waktu.
c.
Psikoneurosis
Penderita
gangguan jiwa yang tidak mengenal dirinya sendiri dan tingkah lakunya aneh. Penyebab ketegangan yang kuat dan
adanya konflik-konflik emosional serta ketakutan yang terus menerus.
d.
Psychosa
Penderita
mengalami desintegras kepribadian, hidup dalam dunia fantasi, penuh dengan
imajinasi. Ia sering mengamuk dengan kekerasan, berteriak-teriak dan sering
membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Cacat
Sosial
Cacat
sosial menunjuk pada pelakunya yang melanggar norma-norma sosial yang berlaku.
Misalnya pelaku tindak kejahatan mencuri, menipu, memperkosa dan lain-lain.
Juga menunjuk pada orang-orang yang tidak memiliki komitmen terhadap
lingkuangan. Hidupnya menyendiri dan terisolir dari lingkungannya.
No comments:
Post a Comment