Perbedaan SMA vs SMK,
Pilih mana?
Sehabis kelulusan, agenda
berikutnya yang tidak kalah menguras tenaga dan biaya adalah melanjutkan
sekolah ke tingkat menengah atas.Banyak siswa dan orang tua tidak mempunyai
bekal informasi yang cukup tentang sekolah menengah atas. Ini cukup serius karena
kesalahan mengambil keputusan dalam melanjutkan di sekolah menengah atas akan
berpengaruh terhadap masa depan anaknya. Saat ini banyak orang tua yang hanya
melihat SMA sebagai lanjutan sekolah anaknya dan memandang sebelah mata
terhadap keberadaan SMK. Untuk itu kami akan memberikan informasi perbedaan
antara SMA dan SMK.
Perbedaan SMA dan SMK
adalah :
|
SMA |
SMK |
|
Ditujukan
untuk siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi |
Ditujukan
untuk siswa yang mau bekerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi |
|
Kurikulum
SMA lebih banyak teori dari pada praktek |
Kurikulum
SMK lebih banyak praktek dari pada teori |
|
Tamatannya
tidak siap kerja dan tidak mandiri |
Tamatannya
siap kerja dan mandiri |
|
Tempat
belajar hanya di sekolah |
Tempat
belajar di sekolah dan dunia kerja |
Melihat data perbedaan di atas, jelas
terlihat bahwa SMK lebih menjanjikan masa
depan dibanding SMA. Hal ini
disebabkan karena :
1.
Kondisi
perekonomian Indonesia yang belum bagus.
Minggu lalu harga BBM naik lagi.
Kenaikan harga BBM ini memicu kenaikan harga barang dan jasa yang lain. Harga
kebutuhan pokok melonjak, biaya angkutan juga merangkak naik tetapi pendapatan
masyarakat tetap. Hal ini menyebabkan beban ekonomi masyarakat semakin berat.
Kondisi tersebut menyebabkan biaya untuk pendidikan anak semakin susah untuk
dipenuhi. Untuk itu, menyekolahkan anak dalam jangka waktu yang lama tentu
sangat memberatkan orang tua. Solusi untuk mengatasi keadaan tersebut adalah
dengan menyekolahkan anak di sekolah yang lulusannya cepat dapat kerja tetapi
tidak membutuhkan waktu lama. Sekolah tersebut adalah SMK karena hanya butuh
waktu 3 tahun untuk dapat bekerja atau berwiramandiri. Sementara jika mengambil
sekolah di SMA butuh waktu 8 tahun untuk dapat bekerja yakni 3 tahun di SMA dan
5 tahun di PT.
2.
Banyak lulusan
SMA yang tidak melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi
Kurang dari 10 % lulusan SMA
yang melanjukan kuliah di PT, padahal kurikulum SMA disetting untuk melanjutkan
sekolah di PT. Ini tentu sangat ironis karena hampir 90% tamatan SMA terjun di
dunia kerja padahal kurikulum SMA tidak disiapkan untuk bekerja. Akibatnya
banyak lulusan SMA yang kalah bersaing dalam mencari pekerjaan karena mereka
memang tidak siap kerja. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk
menambah jumlah SMK daripada mengembangkan SMA. Komposisi perbandingan yang
dibuat adalah 70% SMK dan 30% SMA. Ini tentu dengan tujuan untuk menjadikan
lulusan sekolah menengah yang siap kerja dan mandiri.
3.
Dunia kerja
yang semakin kompetitif
Kenaikan BBM menyebabkan
banyak perusahaan yang mengurangi jumlah karyawan sehingga terjadi PHK
besar-besaran. Kondisi ini meyebabkan para pencari kerja semakin banyak
sementara lowongan kerja semakin sedikit. Sehingga persaingan dalam
memperebutkan lowongan pekerjaan semakin ketat. Ketatnya persaingan mencari
kerja menjadikan tamatan sekolah menengah harus orang yang kompeten di
bidangnya dan siap kerja. SMK sangat piawai dalam mencetak lulusan yang siap
kerja dibanding SMA.
Akhirnya jangan gengsi untuk memilih
SMK dan bukan saatnya mengatakan bahwa SMK adalah sekolah menengah kelas dua.
Dengan motto cerdas, siap kerja dan kompetetitif SMK siap mencetak lulusan yang
siap kerja dan mandiri.

FIQI ABDUL SAPUTRA
ReplyDelete9C
17